Saco-Indonesia.com - Meskipun sama-sama disebabkan oleh virus, influenza sangat berbeda dengan penyakit batuk pilek biasa. Bila penyakit batuk pilek dengan demam bisa sembuh sendiri dengan cukup istirahat, influenza bisa menimbulkan komplikasi serius seperti radang paru.

Banyak penyakit virus bukan influenza disebut flu. Hal ini tentu menimbulkan kerancuan besar. Penyakit influenza disebabkan oleh tiga jenis virus, yaitu virus A, B, dan C. Semuanya menyebar dari satu orang ke orang lain melalui percikan air ludah atau kontak langsung seperti bersalaman dengan orang yang baru saja bersin.

Influenza biasanya menyerang bersama dengan demam, menggigil, nyeri otot dan pegal-pegal, lemah, tidak enak badan dan sakit tenggorokan.

"Semua tanda dan gejalanya hampir sama dengan batuk pilek biasa tetapi cenderung lebih parah. Bila gejalanya terjadi lebih dari tiga hari biasanya ini influenza," kata Prof.dr.Cissy Kartasasmita, Sp.A (K), guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran, Bandung.

Epidemi influenza yang terjadi setiap tahunnya bisa menyerang siapa saja, namun menurut Prof.dr.Samsuridjal Dzauji, Sp.PD, ada beberapa kelompok tertentu yang memiliki risiko tinggi mengalami komplikasi influenza. Kelompok tersebut antara lain anak-anak berusia kurang dari dua tahun, orang berusia di atas 65 tahun, wanita hamil, penderita penyakit kronik, calon jemaah haji, serta para petugas layanan medis.

"Lebih dari 90 persen kematian akibat influenza terjadi pada kelompok usia di atas 65 tahun. Pada mereka kekebalan tubuhnya rendah sehingga bisa menyebabkan komplikasi radang paru, bahkan ada juga yang menybabkan infeksi jantung," kata dr.Samsuridjal dalam acara diskusi Pahami dan Cegah Influenza: Dari Musiman hingga Pandemik di Jakarta (21/5).

Pasien dengan penyakit kronik seperti pasien penyakit jantung, paru atau asma juga berpontesi lebih besar untuk menderita komplikasi akibat influenza. Sementara itu pada petugas layanan medis seperti dokter, perawat, atau bidan juga rentan terpapar virus influenza dan berpontensi menularkannya kepada pasien lain.

Setiap tahun sekitar 500.000 orang meninggal karena penyakit yang berkaitan dengan influenza. Dengan kata lain, penyakit ini sebaiknya tidak dianggap ringan.

Cara pencegahan flu yang utama adalah dengan suntikan influenza. "Selain mencegah penularan, vaksin juga mencegah komplikasi dan mempersiapkan diri menghadapi pandemi influenza," kata dr.Samsuridjal yang juga menjadi ketua satuan tugas imunisasi dewasa Ikatan Dokter Indonesia ini.

Pencegahan lain adalah dengan menjaga kekebalan tubuh dan membiasakan hidup bersih. "Sering-sering mencuci tangan dengan sabun juga dianjurkan karena virus flu bisa menular lewat kontak langsung," katanya.

Pasien yang terkena influenza juga disarankan untuk beristirahat di rumah sampai penyakitnya sembuh. "Selain mempercepat penyembuhan, istirahat di rumah juga agar tidak menularkan penyakitnya pada orang lain," kata dr.Cissy.

Sumber :kompas.com

Editor : Maulana Lee

Jangan Abaikan Komplikasi Influenza Bisa Serius

WASHINGTON — During a training course on defending against knife attacks, a young Salt Lake City police officer asked a question: “How close can somebody get to me before I’m justified in using deadly force?”

Dennis Tueller, the instructor in that class more than three decades ago, decided to find out. In the fall of 1982, he performed a rudimentary series of tests and concluded that an armed attacker who bolted toward an officer could clear 21 feet in the time it took most officers to draw, aim and fire their weapon.

The next spring, Mr. Tueller published his findings in SWAT magazine and transformed police training in the United States. The “21-foot rule” became dogma. It has been taught in police academies around the country, accepted by courts and cited by officers to justify countless shootings, including recent episodes involving a homeless woodcarver in Seattle and a schizophrenic woman in San Francisco.

Now, amid the largest national debate over policing since the 1991 beating of Rodney King in Los Angeles, a small but vocal set of law enforcement officials are calling for a rethinking of the 21-foot rule and other axioms that have emphasized how to use force, not how to avoid it. Several big-city police departments are already re-examining when officers should chase people or draw their guns and when they should back away, wait or try to defuse the situation

Police Rethink Long Tradition on Using Force

Artikel lainnya »